Pengaruh Resiliensi Dan Empati Terhadap Gejala Depresi Pada Remaja
PENGARUH
RESILIENSI DAN EMPATI TERHADAP GEJALA DEPRESI PADA REMAJA
Nama
: Nazwa Pebriani H.S
NIM : C1AA18078
A.
PENGERTIAN
1.
Remaja
Apa
itu remaja?
Remaja merupakan masa kritis karena
dihadapkan pada berbagai tugas perkembangan yang merupakan transisi menuju
dewasa. Kegagalan remaja dalam mencapai tugas perkembangan membuat remaja
rentan mengalami gangguan psikologis seperti depresi. Remaja semakin akrab
dengan permasalahan penyimpangan sosial yang berwujud kenakalan remaja.
Merokok, melawan orang tua, membolos sekolah, keluyuran, berkelahi, tawuran,
mencuri, memalak, berjudi, memperkosa, merampok bahkan sampai membunuh
merupakan bentuk dari kenakalan remaja.
Masa remaja merupakan masa transisi
dan kritis bagi perkembangan seseorang (Papalia, Olds & Feldman, 2009;
Batubara, 2010; Shaffer, Kipp, Wood, & Willoughby, 2013). Pada masa remaja,
terjadi berbagai perubahan yang cepat, baik perubahan fisik, kognitif bahkan
psikososial (Papalia, Olds & Feldman, 2009; Hilt, Hanson, & Pollak,
2011). Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi, remaja juga dihadapkan
pada tugastugas yang berbeda dibandingkan dengan masa kanak-kanak (Retnowati,
2001).
2.
Depresi
Apa
itu depresi?
Depresi
merupakan salah satu gangguan mood (suasana perasaan) (Nevid, Rathus &
Greene, 2005; Oltmanns & Emery, 2013) yang serius dan sering terjadi pada
remaja (Papalia, Olds, & Feldman, 2009; Utari & Retnowati, 2011;
Hashmi, 2013).
Depresi sendiri merupakan satu masa
terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan
gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan,
psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak
berdaya, serta bunuh diri (Kaplan, Saddock, & Grabb, 2010).
Depresi
juga merupakan gangguan umum pada remaja. Memiliki tingkat keseluruhan
prevalensi seumur hidup mulai dari 3,7% di campuran anak dan sampel remaja.
B.
TANDA-TANDA
DAN GEJALA
Apa
saja tanda-tanda dan gejala depresi?
Depresi adalah kondisi yang dapat
menimbulkan bermacam-macam gejala pada setiap orang. Meski begitu, terdapat
beberapa gejala yang umum terjadi, seperti:
·
Kenakalan remaja
·
Kecemasan yang berlebih
·
Sulit berkonsetrasi, merasa sedih atau
kosong
·
Ketidakstabilan emosi
·
Hampa dan putus asa atau kehilangan
minat dalam berbagai aktivitas
C.
FAKTOR-FAKTOR
DEPRESI
Apa
saja faktor-faktor yang menyebabkan depresi?
Depresi lebih sering muncul pada usia
remaja, sekitar usia 20an atau 30an, namun depresi tetap dapat terjadi di semua
usia. Wanita lebih banyak didiagnosis depresi dibandingkan laki-laki.
Faktor-faktor yang meningkatkan atau memicu depresi yaitu:
·
Kepribadian atau gaya hidup, serta
faktor lingkungan
·
Gangguan kecemasan
·
Penyalahgunaan alcohol atau obat
terlarang
·
Kejadian traumatic atau yang dapat
membuat stress
·
Tuntutan yang melebihi kemampuan
individu untuk memenuhinya
·
Faktor umum genetic risiko atau
kerentanan afektif atau kognitif umum, seperti temperamen perilaku menghambat.
REFERENSI
Mujahidah, E., & Listiyandini, A. R., (2018). Pengaruh
Resiliensi Dan Empati Terhadap Gejala Depresi Pada Remaja. Jurnal Psikologi. Vol 14
No 1.
Danarti, K. N., Sugiarto, A., & Sunarko.,
(2018). Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Penurunan Depresi, Cemas, Dan Stress
Pada Remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa.
Vol 1 No 1.
Ashari, M. A., & Hartati, S. (2017). Hubungan Antara
Stress, Kecemasan, Depresi Dengan Kecenderungan
Aggresive Driving Pada Mahasiswa. Jurnal Empati. Vol 6 No 1.
Kiemanski, H. D., Curtiss, J., McLaughliin, A. K.,
& NoienHoeksema, S., (2017). Emotion Regulation
And The Transdiagnostic Role Of Repetitive Negative
Thinking In Adolescents With Social Anxiety
And Depression. Cognit Ther Res 41(2).
Segura, A., Pereda, N., Guilera, G., & Hamby,
S., (2017). Resilience And Psychopathology Among
Victimized Youth In Residential Care. Child Abuse & Neglect 72.

Terimakasih bermanfaat kaka
BalasHapusBermanfaat sekali kaka
BalasHapusNice kakak 👍
BalasHapusseneng kali bacanya kak
BalasHapusSeneng banget sama artikrlnya
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusSangat bagus semoga kamu semakin sukses
BalasHapusKeren banget, bagus artikel dan ilmunya
BalasHapusHebat, bagus banget artikelnya
BalasHapusLanjutkan de semoga bsa menjadi bekal di masa depan 👍
HapusMenarik sekali pembahasan nya.. Terimakasih..
BalasHapusBaguss nih biar ga stress tugass
BalasHapusBermanfaat sekali 👍
BalasHapusSangat bermanfaat sekali👍
BalasHapusSangat bermanfaat, sukses👍
BalasHapus👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat😊
BalasHapusSangat bermanfaat😊
BalasHapusTerima kasih bermanfaat
BalasHapusTakbir
BalasHapusTerbaeek
BalasHapusHi nazwa
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
Oh iya mau nanya boleh yaa, gimana sii cara kita menangani depresi itu sendiri, dan ada gk siih cara untuk menghindari depresi?
Makasii hehe
Hi Ega Apriliani,
HapusMenurut jurnal-jurnal yang saya baca cara menghindari depresi itu kita harus selalu berpikir positif, jangan mudah putus asa, menghindari rasa cemas yang berlebih, tetap aktif pada hal-hal yang positif. Dan untuk penanganannya itu sendiri tergantung pada tingkat depresinya, jika depresinya masih belum akut kita coba untuk melatih pasien agar tetap santai dalam menangani stressnya, jangan dibiarkan menyendiri, konsumsi makanan sehat dan olahraga yang teratur, hubungi dokter jika gejala semakin buruk.
Mungkin hanya itu yang bisa saya jawab, semoga bermanfaat hehe
Sangat bermanfaat sekali kak 👍🏻
BalasHapusMantap kak 👍
BalasHapusSangat bermanfaat kaka 😊
BalasHapus👍😉
BalasHapusBagus kakak
BalasHapusBagus sangat bermanfaat😊
BalasHapusSangaaat bermanfaat🤗
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak 👍
BalasHapus